Demam berdarah adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Biasanya menunjukkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan tulang, serta berpotensi mengancam nyawa jika tidak diobati dengan tepat. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa dan umumnya lebih sering terjadi di daerah tropis seperti Indonesia, khususnya saat musim hujan. Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus demam berdarah, aktif terutama di pagi dan siang hari. Penularan penyakit ini terjadi melalui gigitan nyamuk betina yang mengisap darah untuk memproduksi telur. Selain demam berdarah, nyamuk ini juga dapat membawa penyakit lain seperti zika, chikungunya, dan demam kuning. Kehadiran nyamuk Aedes aegypti lebih sering terjadi di lingkungan yang gelap dan di sekitar barang warna gelap atau merah. Anak-anak lebih rentan terkena serangan nyamuk ini karena banyaknya waktu yang dihabiskan di ruang kelas pada pagi hingga siang hari, sementara kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk bagi nyamuk ini.
Infeksi virus dalam tubuh nyamuk bisa mengubah perilakunya dan meningkatkan kemampuannya untuk menyebarkan penyakit. Selain itu, lingkungan tempat tinggal nyamuk sangat memengaruhi perkembangan mereka. Telur nyamuk Aedes aegypti dapat bertahan hingga 3 bulan saat kekeringan dan menetas menjadi larva jika terendam air. Kondisi larva juga memengaruhi perilaku nyamuk dewasa yang dihasilkan. Oleh karena itu, mengetahui ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti bisa membantu kita untuk lebih waspada saat melihat banyak nyamuk di sekitar rumah. Demam berdarah biasanya menampakkan gejalanya setelah 4–10 hari dari saat digigit nyamuk. Gejala utamanya adalah demam yang tiba-tiba tinggi, bisa mencapai 40°C atau lebih. Selain demam, ada beberapa gejala lain yang kerap muncul, seperti sakit kepala yang parah, nyeri pada sendi, otot, dan tulang. Ada juga keluhan nyeri di bagian belakang mata, rasa lemas, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah. Kelenjar getah bening yang membengkak juga menjadi gejala umum, begitu juga dengan ruam atau bintik kemerahan yang biasanya muncul sekitar 2–5 hari setelah munculnya demam.
BACA JUGA:
Biasanya, gejala-gejala tersebut akan mereda dalam waktu kurang dari 1 minggu, namun terkadang bisa bertahan hingga 10 hari. Namun, pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah gejala muncul, gejala bisa memburuk. Ada kecenderungan suhu tubuh yang turun hingga 1–2 hari sekitar 37,5–38°C, namun akan kembali naik pada hari berikutnya. Hal ini dikenal sebagai saddleback fever (demam pelana). Perlu diwaspadai bahwa meskipun penurunan demam terjadi, bukan berarti sudah sembuh. Risiko perdarahan dan kebocoran pembuluh darah justru meningkat pada fase ini. Gejala yang menandakan bahaya pada fase ini termasuk sakit perut yang amat sangat, muntah-muntah, dan perdarahan, seperti gusi berdarah, darah pada urine, tinja, atau muntah. Lemas, gelisah, napas pendek, kaki dan tangan yang dingin, basah, dan pucat juga termasuk dalam gejala yang memerlukan perhatian serius.
Mitos yang Tidak Terbukti: Kajian tentang Kawat Kasa dalam menghindari Nyamuk
Kawat kasa adalah salah satu alat yang sering digunakan untuk mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah. Namun, ada mitos yang mengatakan bahwa kawat kasa tidak efektif dalam mencegah nyamuk.
Mitos ini muncul karena beberapa alasan, antara lain:
- Nyamuk dapat masuk melalui lubang-lubang kecil pada kawat kasa. Nyamuk Aedes aegypti, misalnya, memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil, yaitu sekitar 0,5 cm. Oleh karena itu, nyamuk ini dapat masuk melalui lubang-lubang kecil pada kawat kasa.
- Kawat kasa dapat rusak atau sobek. Hal ini dapat membuat nyamuk masuk melalui celah-celah pada kawat kasa.
- Kawat kasa tidak menutupi semua celah masuk nyamuk. Misalnya, kawat kasa mungkin tidak menutupi ventilasi udara atau pintu belakang.
Fakta yang perlu diketahui tentang kawat kasa dalam menghindari nyamuk
Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kawat kasa efektif dalam mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah. Sebuah penelitian yang dilakukan di Malaysia menemukan bahwa kawat kasa dapat mengurangi jumlah nyamuk di dalam rumah hingga 90%. Penelitian lain yang dilakukan di Indonesia menemukan bahwa kawat kasa dapat mengurangi risiko terkena demam berdarah dengue (DBD) hingga 50%. Agar kawat kasa efektif dalam mencegah masuknya nyamuk, perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
- Kawat kasa efektif dalam mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai penelitian, termasuk penelitian yang dilakukan di Malaysia dan Indonesia.
- Ukuran lubang kawat kasa harus cukup kecil untuk mencegah nyamuk masuk. Lubang kawat kasa tidak boleh lebih besar dari 0,5 cm.
- Kawat kasa harus dipasang dengan benar di semua celah masuk nyamuk, termasuk ventilasi udara, pintu, dan jendela. Pastikan kawat kasa menutupi semua ventilasi udara, pintu, dan jendela.
- Kawat kasa harus diperiksa secara rutin untuk memastikan tidak ada lubang atau sobekan yang dapat dimasuki nyamuk.
- Periksa kawat kasa secara rutin. Pastikan kawat kasa tidak rusak atau sobek.
Pemasangan kawat kasa di rumah dianggap sebagai metode efektif untuk mencegah masuknya nyamuk, khususnya nyamuk Aedes sp., yang merupakan penular utama Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun, penelitian yang dilakukan oleh Widodo menunjukkan perbedaan dalam persepsi terkait dampak pemasangan kawat kasa terhadap kejadian DBD.
Ventilasi Rumah dan Ancaman Penyakit
Rumah yang tidak memiliki kawat kasa pada ventilasinya memiliki risiko lebih tinggi terhadap masuknya nyamuk ke dalam rumah. Ini berarti nyamuk Aedes sp. lebih mudah masuk dan menggigit manusia di dalam rumah. Pada khususnya, nyamuk betina memanfaatkan waktu ini untuk beristirahat, yang merupakan saat penting dalam siklus hidupnya. Selama istirahat ini, nyamuk betina memulai proses pematangan sel telur di dalam tubuhnya setelah mengambil darah dari manusia. Setelah itu, nyamuk ini mencari tempat-tempat di sekitar rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak. Namun, ketika ventilasi rumah telah dilengkapi dengan kawat kasa nyamuk, nyamuk sulit untuk memasuki rumah, dan risiko gigitan nyamuk berkurang. Kasa nyamuk membantu melindungi penghuni rumah dari gigitan nyamuk Aedes sp. yang merupakan vektor penyakit DBD. Biasanya, nyamuk Aedes sp. aktif di pagi hingga sore hari. Dengan menjaga ventilasi rumah yang dilengkapi kawat kasa, peluang untuk terjadinya kontak antara nyamuk dan manusia di dalam rumah berkurang, sehingga risiko penularan DBD pun semakin kecil.
BACA JUGA:
Pentingnya Pemasangan Kawat Kasa: Dampak pada Kontak Nyamuk dan Manusia
Kawat kasa berperan dalam mengurangi kemungkinan nyamuk memasuki rumah dan menggigit manusia. Keberadaan kawat kasa dapat meminimalkan kontak antara penghuni rumah dan nyamuk penular DBD, mengurangi risiko penularan penyakit tersebut. Namun, hubungan langsung antara keberadaan kawat kasa dan kepadatan jentik Aedes sp. tidak terbukti melalui hasil uji statistik. Mitigasi kebocoran kawat kasa, penelitian tidak menemukan hubungan langsung antara keberadaan kawat kasa dan kepadatan jentik Aedes sp. Hal ini disebabkan oleh penentuan kriteria dalam penelitian. Pemasangan kawat kasa yang ternyata berlubang atau tidak menyeluruh pada beberapa ruangan rumah serta kondisi beberapa rumah yang belum diperbaiki, membuat hasil penelitian tidak mengaitkan keberadaan kawat kasa dengan kepadatan jentik Aedes sp. Implikasi dan tindakan lanjut, Meskipun hubungan langsung antara keberadaan kawat kasa dan kepadatan nyamuk belum terbukti, penting untuk memahami bahwa menjaga ventilasi rumah dengan baik merupakan langkah penting dalam mencegah masuknya nyamuk. Pemasangan kawat kasa yang baik, tanpa kebocoran, dapat meminimalkan kontak antara nyamuk dan manusia, mengurangi risiko penularan DBD. Tindakan lanjut untuk memperbaiki kawat kasa yang bocor atau kurang efektif juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Demam berdarah (DBD) disebabkan oleh gigitan nyamuk, dan gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri pada otot dan tulang. Nyamuk Aedes aegypti, sebagai pembawa virus penyakit tersebut, aktif di pagi hingga siang hari. Penelitian menunjukkan bahwa kawat kasa efektif dalam mengurangi jumlah nyamuk di dalam rumah hingga 90%, serta mengurangi risiko terkena DBD hingga 50%. Meskipun demikian, ada mitos yang menyatakan bahwa kawat kasa tidak efektif karena bisa rusak atau nyamuk bisa masuk melalui celah kecil pada kawat kasa. Pentingnya pemasangan kawat kasa sebagai metode efektif dalam mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah, terutama nyamuk Aedes sp. yang merupakan vektor penyakit DBD. Meskipun penelitian menunjukkan perbedaan dalam persepsi terkait dampak pemasangan kawat kasa terhadap kepadatan nyamuk, penting untuk memahami bahwa kawat kasa yang baik dan tidak bocor dapat mengurangi risiko penularan penyakit tersebut.
Pemasangan kawat kasa di rumah membantu mengurangi kontak antara nyamuk dan manusia, mengurangi risiko penularan DBD. Meskipun hubungan langsung antara keberadaan kawat kasa dan kepadatan nyamuk belum sepenuhnya terbukti, memasang kawat kasa secara baik dan merawatnya tetap diperlukan untuk mencegah penyakit tersebut.
Referensi
Widodo, N. 2012. “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat.” Tesis. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Lubis, R., Sinaga, B. J., & Mutiara, E. 2021. “Pengaruh pemakaian kelambu, kawat kasa dan kondisi geodemografis terhadap kejadian malaria di Kabupaten Batu Bara.” Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol. 20(1), 53-58.
Nareza, Meva. 2023. “Gejala Demam Berdarah.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 30 Mei. diakses Jumat, 03 November 2023, 10:54.
Nareza, Meva. 2023. “Pengertian Demam Berdarah.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 30 Mei. diakses Jumat, 03 November 2023, 10:54.
Tim Redaksi. 2021. “Aedes aegypti.” Wikipediaensiklopedia. Rubrik Berita. Edisi Senin, 15 Agustus. diakses Jumat, 03 November 2023, 08:24.
Dame, Merry. 2022. “Mengenali Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD.” Alodokter. Rubrik Berita. Edisi Senin, 26 Januari. diakses Jumat, 03 November 2023, 08:24.
Tim Redaksi. 2023. “3 Fungsi Kawat Kasa dan Cara Penggunaannya.” Ragaminfo. Rubrik Berita. Edisi Senin, 30 Mei. https://kumparan.com/ diakses Jumat, 03 November 2023, 10:54.
Gina Nafsa Mutmaina, Panduan Praktikum Kimia Klinik, Penerbit Manggu.
Astari Nurisani, Panduan Praktikum Kimia Klinik, Penerbit Manggu.
Tags: Kesehatan, Kesehatan Lingkungan
News
Berita
News Flash
Blog
Technology
Sports
Sport
Football
Tips
Finance
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Kekinian
News
Berita Terkini
Olahraga
Pasang Internet Myrepublic
Jasa Import China
Jasa Import Door to Door
